Selasa, 27 November 2012

Sastra Pujangga Baru (Angkatan 33)


Pujanggan baru adalah nama majalah “Poejangga Baroe” yang terbit pada masa Balai Pustaka (1933). Majalah itu berada dibawah pimpinan St. Takdir Alisyahbana, Armijn Pane, Sanusi Pane dan Amir Hamzah, sekaligus sebagai pelopor berdirinya Pujangga Baru.
Lahirnya pujangga baru karena adanya pemberontakan sastrawan Balai Pustaka terhadap karya sastranya yang mendapat sensor dari pihak Belanda. Jika hasil karya tidak sesuai dengan ketentuan hiburan dan misi Belanda, maka tidak bisa diterbitkan.
Ada beberapa ciri dari karya sastra angkatan 33 :
1.      Tema utama adalah persatuan.
2.      Beraliran romantik idealis.
3.      Bentuk prosa dan puisinya masih terikat oleh kaidah-kaidah.
4.      Genre sastra berbentuk soneta (roman, novel, esai, dsb)
5.      Menggunakan bahasa yang indah.
6.      Penggunaan bahasa melayu yang lebih mudah.
Karya sastra dan pengarangnya :
1.      Layar Terkembang karya St. Takdir Alisyahbana.
2.      Belenggu karya Armijn Pane.
3.      Dibawah Lindungan Ka’bah karya Hamka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar